215 Warga Terkena Longsor Cilacap

Jakarta, CNN Indonesia

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tanah longsor yang melanda Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah Kamis (31/3) lalu. Sebanyak 215 warga dari 72 keluarga terdampak.

Kejadian tersebut terjadi setelah hujan deras disertai petir melanda kawasan Desa Kutabima dari pukul 15.00 hingga 20.00 WIB, memicu tanah gembur bercampur air menjadi lumpur yang kemudian longsor menuju pemukiman warga.

“Sebanyak 17 lokasi longsor ditemukan di RT 06, RT 09 dan RT 04 Dusun Citulang yang material longsornya menimpa rumah warga, jalan desa, dan areal pertanian,” kata Abdul Muhari dikutip dari keterangan resminya, Jumat (1/4).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat 3 rumah tertimbun tanah, 2 rumah rusak berat, 3 rumah rusak ringan dan 49 rumah terancam longsor.

Selain itu, 1 unit jembatan ambruk, 2 hektar sawah dan 2 hektar perkebunan juga terkena longsor.

Dampak longsor yang melanda Desa Kutabima adalah jalan desa lumpuh total sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, bahkan sulit dijangkau dengan berjalan kaki.

Selain itu, jaringan listrik juga padam dan sebagian warga terdampak mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Menyikapi kejadian ini, BPBD Kabupaten Cilacap telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendirikan tenda darurat, dapur umum, dan bahan pembersih bagi warga yang terkena dampak longsor.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dan dapat disertai petir masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap hingga Minggu (3/4).

Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat untuk waspada dan mengantisipasi potensi gempa susulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Baca Juga :  Level Ganteng Naik 20 Persen

Muhari juga menyarankan upaya-upaya seperti penyeberangan sungai, normalisasi daerah aliran sungai (DAS), pembersihan lingkungan di sepanjang aliran sungai, dan pemantauan tebing dan perbukitan yang berpotensi longsor.

“Jika hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi lebih dari 1 jam, maka masyarakat di sekitar lereng bukit atau tebing dan dekat sungai diminta waspada dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman jika diperlukan,” tulis Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Jumat. 1/4).

(lna/DAL)

[Gambas:Video CNN]