Majelis Peninjau MPR Sebut Amandemen UUD Dibatalkan, PPHN Akan Dijadikan UU

Jakarta, CNN Indonesia

Kepala Badan Riset MPR RI Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pihaknya sepakat untuk tidak melakukan amandemen terbatas UUD 1945 dengan memasukkan Pokok-Pokok Haluan Negara (Principles of State Policy).PPHN).

Selanjutnya, kata Djarot, PPHN akan diaktifkan secara undang-undang. Djarot mengaku hal itu sudah disepakati tim perumus dan semua fraksi di MPR.

“Kemarin kami bertemu dengan seluruh anggota tim perumus yang melibatkan semua fraksi dan DPD disepakati bahwa PPHN harus diajukan tanpa melakukan amandemen,” kata Djarot kepada wartawan di Gedung Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Minggu (10/4). ).

“Jadi kita tidak akan melakukan amandemen. Jadi bentuk hukumnya cukup dengan undang-undang,” imbuhnya.

Djarot mengatakan kesepakatan itu juga didasarkan pada berakhirnya UU Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional pada 2025. Sehingga, lanjutnya, pihaknya menilai PPHN akan lebih tepat jika dijadikan undang-undang.

Karena undang-undang tentang rencana pembangunan jangka panjang nasional akan berakhir pada tahun 2025, maka dasar yang paling tepat saat ini adalah menggunakan undang-undang tersebut, kata Djarot.

Ia juga khawatir jika amandemen dilakukan, akan membuka kotak pandora, seperti mandat untuk memperpanjang masa jabatan presiden. Ketua DPP PDIP itu juga menilai langkah itu tidak tepat.

“Karena menggunakan amandemen ini seperti membuka kotak Pandora dan bukan sekarang,” ujarnya.

Djarot mengatakan, hasil kesepakatan Badan Pengkajian MPR segera diserahkan kepada pimpinan MPR RI. Selanjutnya, pihaknya akan menjadwalkan rapat paripurna.

Ia berharap hasil kajian bisa diputuskan sebelum memasuki masa reses pekan depan.

“Rapat paripurna kita jadwalnya minggu depan insya Allah sebelum masa reses. Sebelum teman-teman ini kembali ke dapil masing-masing, kita akan bicara dengan mereka untuk melaporkan perkembangan tim perumus,” ujarnya.

Baca Juga :  Hakim PN Makassar Vonis Mati Bandar Narkoba Sabu 75 Kilogram

(yla/anak)

[Gambas:Video CNN]