BIN Klaim Pemerintah Siap Antisipasi Lonjakan Covid Pascamudik

Jakarta, CNN Indonesia

Badan Intelijen Negara (BIN) mengklaim pemerintah telah menyiapkan setiap skenario untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 setelah membuka ruang bagi masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2022.

“Pemerintah siap dengan semua skenario. Meskipun, kami cukup percaya bahwa kebijakan pelonggaran mudik tahun ini sudah tepat, risikonya cukup terukur dan termitigasi dengan baik,” kata Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan dalam keterangan tertulis, Minggu (8/5).

Menurutnya, pemerintah telah mematangkan lebih lanjut mengenai prosedur penanganan jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 pascamudik. Ia mengatakan sejumlah fasilitas kesehatan, sumber daya manusia, obat-obatan, hingga peralatan yang dibutuhkan telah disiagakan.

Persiapan itu dilakukan mengingat mudik tahun ini berlangsung secara besar-besaran. Dia menyinggung data terkait 85,5 juta orang yang melakukan mudik tahun ini.

Belum lagi, kata dia, Jasa Marga mencatat jumlah mobil keluar sejak H-10 hingga H-1 Lebaran mencapai 1,7 juta alias 10 persen lebih tinggi dibandingkan 2019 lalu. ASDP Indonesia Ferry juga mencatat penumpang yang menyeberang pelabuhan Merak mencapai 3,2 juta orang.

“Bisa dibayangkan betapa tingginya intensitas interaksi sosial yang berlangsung selama libur Lebaran ini, dan betapa tinggi risikonya bila tidak termitigasi dengan baik sejak awal,” jelasnya.

Budi menjelaskan, pemerintah meyakini pelonggaran mudik usai dua tahun dibatasi merupakan langkah tepat. Menurutnya, sudah banyak indikator yang dipertimbangkan.

Misalnya, kata dia, sebulan jelang mudik tren perbaikan status pandemi sudah konsisten. Kasus aktif terus mengalami penurunan dan diiringi dengan tren kenaikan jumlah pasien sembuh yang lebih tinggi.

Selain itu positivity rate atau proporsi orang positif dari keseluruhan yang dites juga terus stabil di bawah lima persen sesuai standar WHO.

Baca Juga :  279 Kecelakaan Terjadi saat Mudik, 39 Orang Tewas

“Pada skenario terbaik, yaitu tidak muncul varian baru yang lebih ganas dibanding Delta, maka kita percaya sudah berada di jalur yang tepat menuju akhir pandemi,” ucap dia.

(mjo/isn)

[Gambas:Video CNN]