Calon Tersangka Korupsi Beasiswa Aceh Ditangkap Dengan 20 Kg Shabu

Jakarta, CNN Indonesia

Saksi yang akan dijadikan tersangka dalam kasus tersebut korupsi beasiswa Di Aceh, berinisial DS ditangkap Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat di Rest Area Tol PalembangSumatera Selatan.

Penangkapan tersebut tidak ada kaitannya dengan status DS sebagai calon kuat tersangka kasus korupsi beasiswa, melainkan karena kedapatan membawa 20 kilogram sabu.

“Benar. DS ditangkap karena memiliki 20 kilogram sabu. Kabar itu didapat penyidik ​​dari Ditreskrimsus Polda Aceh dari Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat,” kata Kabag Humas Polda Aceh, Kombes Winardy, ketika dikonfirmasi, Senin (11/4).

Sementara itu, kata Winardy, saksi lain atas nama Ustadz S yang merupakan teman dan kolaborator DS, juga telah dibawa paksa oleh tim khusus dari Ditreskrimsus Polda Aceh pada 30 Maret 2022 karena absen dari panggilan penyidik ​​beberapa kali. waktu.

Ustaz S masih menjalani pemeriksaan intensif terkait perannya dalam kasus tersebut. Karena berdasarkan keterangan saksi lain, yang bersangkutan memotong dana beasiswa 50-75 persen.

“Ustaz S masih diperiksa sebagai saksi dan dalam waktu dekat akan digelar kasus untuk menetapkan tersangka. Ustaz S juga diminta keterangannya terkait peran saksi DS selama menjabat sebagai anggota DPRA,” kata Winardi.

Diketahui, dalam kasus korupsi beasiswa, DS bertindak sebagai penghubung kepada korlap yang merekrut mahasiswa yang tidak lolos syarat memperoleh beasiswa. Kemudian dia berperan memotong dana mahasiswa yang masuk ke rekening penerima.

Kasusnya bermula ketika Pemerintah Aceh pada 2017 mengalokasikan anggaran lebih dari Rp21,7 miliar untuk beasiswa bagi mahasiswa program studi mulai dari diploma tiga hingga doktoral atau S3. Beasiswa ini juga ditujukan bagi mereka yang belajar di luar negeri.

Baca Juga :  M 5.2 Gempa Guncang Sabang Aceh, Tidak Potensi Tsunami

Anggaran beasiswa ditempatkan di BPSDM Aceh. Dalam hal ini, temuan Inspektorat Aceh menyebutkan bahwa beasiswa tersebut berasal dari usulan 24 anggota DPR Aceh.

Kemudian dalam perjalanannya, BPKP Perwakilan Aceh menemukan kejanggalan dalam penyaluran dana bantuan pendidikan tersebut. Dari hasil pemeriksaan BPKP, kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp. 10 miliar.

Sejauh ini baru 49 mahasiswa dan koordinator beasiswa yang mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 582 juta. Dalam kasus itu, mantan Kepala BPSDM Aceh berinisial SYR dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) ditetapkan sebagai tersangka.

(dra/ain)

[Gambas:Video CNN]