Rindu, Tetap Jalan ke Sumatera

Jakarta, CNN Indonesia

Satu mobil Toyota Innova hitam berhenti di Rest Area Karang Tengah KM 43, Serang. Pasangan Dian dan Aci menggandeng anak mereka yang berumur 3 tahun untuk duduk beristirahat di sana.

Tujuan kali ini adalah Palembang, Sumatra Selatan, kampung halaman Dian. Keduanya belum pernah ke Palembang melalui jalur darat. Sebelum pandemi Covid-19, mereka selalu menggunakan pesawat untuk pulang

“Tahun ini lebih hemat dan aman kalau bawa mobil sendiri,” ujar Dian bercerita pada CNNIndonesia.com, Jumat (29/4).

Dian pun tahu Pelabuhan Merak relatif macet saat musim mudik. Terlebih, tahun ini mudik baru diizinkan pemerintah setelah dua tahun pandemi Covid-19.

Mereka pun tahu sejak Rabu (27/4) malam, jalanan menuju Merak mulai menumpuk. Jika lalu lintas lancar, Dian memprediksi bisa menghabiskan 22 jam untuk perjalanan menuju Palembang.

“Saya baca-baca itu kan rame ini, apalagi di Merak itu ada penumpukan. Tapi enggak papa lah daripada enggak mudik lagi,” papar Dian.

Dian dan Aci pun mengaku sudah menyiapkan mental untuk perjalanan lebih dari 24 jam. Keduanya akan bergantian menyetir dalam perjalanan mudik kali ini.

“Walaupun sudah tahu ada penumpukan, karena rindu, tetep jalan ke Sumatera, karena sudah lama enggak ketemu keluarga,” ujar Aci.

Mereka mengatakan saat ini hanya akan istirahat makan siang dan mengisi bensin sebelum melanjutkan perjalanan. Aci pun menyebut dirinya sudah membeli tiket kapal secara daring.

Keduanya bercerita akan mengambil hari libur lebih demi menemui keluarga di Palembang. Selain itu, mereka juga menghindari jadwal arus balik guna menghindari penumpukan lagi di pelabuhan.

(cyn/asa)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Pantauan Udara Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda