DPRD Kritik Dana Penanganan Banjir DKI Masih Tersisa Ratusan Miliar

Jakarta, CNN Indonesia

DPRD DKI Jakarta sebutkan anggaran penanganannya banjir untuk pembebasan lahan sebesar Rp371 miliar belum terserap. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta segera menggunakan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari pemerintah pusat sebelum batas waktu berakhir Juni mendatang.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Maheasy mengatakan, dana PEN yang dikucurkan pemerintah pusat sebesar Rp. 1,1 triliun sebenarnya turun Maret lalu. Kemudian diperpanjang hingga Juni agar semuanya bisa terserap.

“Bulan lalu masih ada anggaran Rp 371 miliar. Padahal ada toleransi dari pusat yang awalnya diperpanjang hingga Maret, kini diperpanjang hingga Juni. Semoga cepat terealisasi. Jangan sampai selesai. lagi,” kata Ida seperti dikutip dari situs resmi DPRD, Rabu (13/4).

Ida menyarankan agar Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta bekerja sama dengan sejumlah pihak dalam pembebasan lahan untuk penanganan banjir. Mulai dari Dinas Perumahan dan Badan Pertanahan Nasional DKI, hingga ke tingkat Kejaksaan agar tidak ada permasalahan hukum di kemudian hari.

“Masalahnya ada negosiasi harga yang belum selesai. Kita berharap ada komunikasi yang baik. Atau kalau masalah harga, kita bisa duduk bersama. Atau ada ganti rugi mereka akan ditempatkan di Rumah Susun.

Sementara itu, Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Yusmada Faizal menjelaskan, sisa Rp. 371 miliar dana PEN telah digunakan untuk pembebasan lahan di Cawang dan Rawajati sebesar Rp. 105 miliar. Sedangkan sisanya akan dipercepat hingga Juni 2022.

“Sampai sekarang sampai April baru Rp 105 miliar. Jadi masih ada sekitar Rp 270 miliar. Kita masih proses, dananya masih bisa digunakan. Kita buat timeline baru, semoga bisa digunakan. dananya secara optimal,” kata Yusmada.

Baca Juga :  Kapal Angkut 10 Orang Tenggelam di Perairan Ternate

(yoa/bmw)

[Gambas:Video CNN]