Edy Rahmayadi Bentuk Tim Khusus Hepatitis Misterius di Medan

Jakarta, CNN Indonesia

Temuan kasus hepatitis akut misterius di Indonesia membuat Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi merasa khawatir. Eks Pangkostrad itu telah membentuk tim khusus untuk mengantisipasi penyebaran kasus tersebut di Sumut.

“Untuk di Sumut saya sudah membentuk tim dipimpin oleh dokter Zainal Dirut RS Adam Malik. Anggota-anggotanya ada Inke Lubis, Dokter Lia dan dokter lainnya,” kata Edy, Senin (9/5).

Edy mengakui belum ada kepastian penyebab kasus hepatitis misterius. Tim medis masih mendalami penularan kasus hepatitis misterius tersebut.

“Ini yang belum ada kepastian mengenai hepatitis. Tapi sudah ada terjadi tiga orang di Indonesia. Penyebabnya virus. Tapi kenapa ini yang sedang dipelajari. Saat ini terus melakukan kegiatan untuk mengetahui secara pasti,” ungkapnya.

Edy tetap mengimbau masyarakat agar mengenakan masker untuk mengantisipasi terjangkit virus tersebut. Edy juga mengingatkan agar menerapkan hidup sehat dan bersih.

“Untuk mengantisipasi virus ini makanya tetap menggunakan masker. Terapkan dan bersihkan diri kita. Kalau itu virus yang bisa menularkan. Terkhusus untuk anak-anak balita kita,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengerahkan sebanyak 500 orang tim detektor untuk mendeteksi dini kasus hepatitis misterius di seluruh rumah-rumah warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pria yang akrab disapa Danny ini mengaku hingga saat ini kasus hepatitis misterius tersebut belum ditemukan di Makassar.

“Kita ada tim detektor, kalau ada eskalasi tertentu. Karena sampai sekarang belum ada yang ditemukan, kami turunkan detektor kita ada 500 orang, tim detektor ini nanti ke rumah-rumah warga,” ungkap Danny.

Selain itu, Danny juga telah memerintahkan seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskemas) di Makassar agar dapat memantau kondisi kesehatan warga sehingga Hepatitis misterius ini dapat dicegah dan ditangani.

Baca Juga :  RI Targetkan Satgas Masuk Endemik Jika Nol Melonjak Usai Lebaran

“Saya sudah perintahkan agar semua puskesmas dipantau. Semua juga rumah-rumah dipantau,” katanya.

Oleh karena itu, Danny mengimbau seluruh kepala RT dan RW untuk memantau kesehatan warganya masing-masing. Apalagi, kata dia setelah libur lebaran banyak orang yang datang ke Makassar sehingga peran RT dan RW harus proaktif.

“RT RW harus memantau masyarakat kalau ada baru masuk, kita harus proaktif. Jangan kita menunggu terutama KK, harus di-warning didata,” imbuhnya.

Diketahui, sedikitnya empat anak di Indonesia dilaporkan meninggal dunia akibat terpapar hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya atau hepatitis misterius. Rinciannya, tiga kasus kematian anak terjadi di DKI Jakarta dan satu kasus kematian dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada Jumat

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan hingga kini belum diketahui penyebab hepatitis misterius yang muncul sejak 15 April lalu di Indonesia.

Dia menyebutkan satu kasus kematian terbaru di Kabupaten Tulungagung terjadi pada anak berusia tujuh tahun yang mengalami sejumlah gejala di antaranya mirip gejala penyakit kuning. Kemudian demam, diare, urine berwarna lebih pekat dan feses berwarna pucat.

Sementara tiga kasus kematian sebelumnya di DKI Jakarta dilaporkan dalam kondisi stadium lanjut ketika sampai di rumah sakit. Ketiga pasien anak tersebut masing-masing berusia dua tahun, delapan tahun, dan sebelas tahun.

Namun dia menyarankan para orang tua memeriksakan anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat jika ditemukan gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah, diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, dan penurunan kesadaran

(isn)

[Gambas:Video CNN]