Ade Armando memukul karena polarisasi semakin tajam

Jakarta, CNN Indonesia

Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Andre Rahadian menyebut pemukulan yang dialami aktivis Ade Armando sebagai cerminan dari polarisasi yang semakin tajam di masyarakat.

Polarisasi ini, kata dia, muncul karena kekhawatiran masyarakat terhadap situasi pandemi, gejolak sosial dan kenaikan harga, serta meningkatnya ketegangan politik menjelang tahun 2024.

“Tindakan kekerasan seperti pemukulan dan potensi kekerasan lainnya yang mungkin terjadi, semakin menunjukkan polarisasi di masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (11/4).

Menurutnya, yang mendesak saat ini adalah Kohesi Bangsa, agar anak bangsa tidak mudah terpecah belah akibat polarisasi yang semakin tajam. Gerakan Kohesi Nasional merupakan gerakan yang digagas oleh Iluni UI yang telah berjalan sejak 28 Oktober 2021.

Gerakan ini bertujuan untuk mengurangi ancaman polarisasi bahkan potensi disintegrasi yang semakin tajam, termasuk beredarnya ujaran kebencian dan hoax di tengah situasi pandemi.

Dalam kesempatan ini, ILUNI UI juga mengecam aksi kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap Ade Armando. Andre berpendapat bahwa kebebasan berekspresi harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak boleh membenarkan tindakan kekerasan dan pemukulan dari pihak manapun.

Apalagi, lanjutnya, tujuan Ade Armando adalah menyuarakan dukungannya terhadap perjuangan mahasiswa secara damai.

“Kedatangannya merupakan bentuk penyampaian pendapat yang harus dilindungi undang-undang, apalagi dengan cara damai,” kata Andre.

Senada dengan itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI menyebut pemukulan terhadap Ade merupakan pelanggaran HAM. Pihaknya juga mengecam keras tindakan main hakim sendiri yang ditujukan kepada Ade.

“Aliansi BEM se-UI mengutuk segala tindakan kekerasan yang dilakukan massa aksi terhadap Ade Armando. Kami mengutuk keras segala bentuk provokasi, tindakan main hakim sendiri, dan berbagai bentuk kekerasan terhadap setiap warga negara karena tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak warga negara. Indonesia tercantum dalam konstitusi dan konvensi hak asasi manusia internasional,” tulis BEM UI dalam keterangan resminya, Senin (11/4).

Baca Juga :  MUI pada Demo Mahasiswa 11 April: Jangan Dihentikan, Ini Demokrasi

BEM UI juga menuntut polisi tegas dan melakukan proses hukum terhadap pihak-pihak yang memprovokasi kericuhan. Selain itu, BEM UI juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan foto atau video terkait kekerasan yang diterima Ade.

“Setiap pihak yang menerima informasi elektronik berupa foto atau video berisi kekerasan yang diterima Ade Armando, disarankan untuk menghentikan penyebaran informasi tersebut sesuai dengan permintaan keluarga,” tulis BEM UI.

Sebelumnya, Ade Armando dipukul sekelompok orang di area gedung DPR saat mahasiswa melakukan aksi menentang penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden. Ade menjadi bahan perbincangan massa setelah sempat adu mulut dengan beberapa orang. Dia dipukuli sampai babak belur dan tidak berdaya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan kondisi Ade mengkhawatirkan pasca kejadian. Ade mengalami cedera kepala dan harus menjalani perawatan serius.

“Kondisi Ade Armando cukup memprihatinkan, dia mengalami luka di bagian kepala,” kata Fadil saat konferensi pers, Senin (11/4).

(ain/blq/ain)

[Gambas:Video CNN]