Kalau Jadi Rp33 Ribu Pasti Demo

Jakarta, CNN Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memamerkan tak menaikkan harga bahan bakar jenis Pertalite ke relawan pendukungnya yang tergabung dalam ‘Relawan Tim 7’ di E-Convention Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (11/6).

“Tapi Alhamdulliah di negara kita, kita masih mampu mengendalikannya. Di negara kita harga BBM Pertalite masih 7.650 benar? Tidak naik. Betul?” kata Jokowi.

Jokowi lantas membandingkan harga-harga BBM di pelbagai negara saat ini mengalami kenaikan yang tinggi imbas gejolak global. Salah satunya di Amerika Serikat harga BBM sudah menyentuh Rp19.400. Sementara di Singapura naik hingga Rp33 ribu.

“Bayangkan kalau Pertalite jadi 33.000, pasti demo semuanya. Bener enggak? Oleh sebab itu, dengan sekuat tenaga kita pertahankan harga ini,” kata dia.

“Tetapi ingat, harga yang harus dibayar oleh APBN itu juga gede sekali,” tambahnya.

Tak hanya harga Pertalite, Jokowi juga menyinggung harga beras di Indonesia juga tak alami kenaikan. Ia mengatakan rata-rata harga beras di Indonesia per liternya masih sekitar Rp10 ribu. Di sisi lain, Ia membandingkan harga beras di Amerika sudah melonjak hingga Rp52 ribu.

“Bayangkan kalau harga beras di sini menjadi Rp52 ribu, demo setahun enggak rampung-rampung. Benar nggak? Ini yang perlu saya sampaikan biar kita semuanya tahu. Oleh sebab itu, kita pertahankan harga beras supaya tidak naik, harga BBM juga tidak naik,” kata dia.

Meski demikian, Jokowi mengatakan kondisi APBN Indonesia saat ini sangat berat untuk melakukan subsidi pelbagai kebutuhan pokok masyarakat tersebut. Ia juga menegaskan tak ada negara lain yang berani memberikan subsidi besar di sektor energi kecuali Indonesia.

“APBN menjadi berat karena subsidinya sekarang untuk BBM Pertalite, Pertamax, Solar, Elpiji, subsidinya menjadi Rp502 Triliun. Gede sekali, enggak ada negara yang seberani kita melakukan ini subsidi segede ini,” kata Jokowi.

Baca Juga :  Sahroni Buka Suara Iklan Bir Jadi Sponsor Formula E di Jakarta

(rzr/DAL)

[Gambas:Video CNN]