Kabareskrim Minta Kasus Korban Begal Jadi Tersangka di NTB Dihentikan

Jakarta, CNN Indonesia

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto minta kasus korban perampokan yang sebenarnya menjadi tersangka di NTB harus dihentikan.

Hal ini disampaikan Agus karena penyidikan kasus tersebut berpotensi membuat masyarakat takut melawan kejahatan.

“Hentikan menurut saya. Orang akan menjadi apatis, takut melawan kejahatan. Kita harus bersama-sama melawan kejahatan,” kata Agus, Kamis (14/4).

Ia berharap, tindakan yang dilakukan Polri dalam mengusut kasus tersebut tidak merusak keadilan di tengah masyarakat.

“Itu pedoman kami,” katanya.

Agus mengatakan telah memberikan arahan kepada Kapolres NTB untuk mengkaji ulang kasus tersebut. Menurutnya, semua mekanisme bisa dilakukan, salah satunya dengan menggelar kasus dengan mengundang dan meminta pandangan dari tokoh masyarakat.

“Bisa ditanyakan kepada mereka apakah korban yang membela diri menjadi tersangka. Sehingga nantinya keputusan polisi mendapat legitimasi dari masyarakat melalui tokoh-tokoh yang diundang dalam kasus tersebut,” ujarnya.

“Jangan katakan seperti sekarang, jadi tersangka justru menimbulkan reaksi yang cukup keras di masyarakat,” ujarnya.

“Semoga tahapan penanganan kasus dengan tokoh masyarakat dapat menghasilkan keputusan yang adil bagi yang bersangkutan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil alih dugaan pembunuhan dua terduga pelaku perampokan oleh korban berinisial AS alias M (34).

Polda juga menjajaki posisi AS sebagai korban perampokan, bukan hanya sebagai pembunuh.

Dalam kasus itu, AS alias M didakwa melakukan pembunuhan setelah membunuh perampok yang menyerangnya di Desa ofganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah pada Minggu (10/4) dini hari.

“Yang pasti kasusnya ditangani Polres Lombok Tengah. Jadi, sekarang kita tangani di Polda,” kata Kapolda NTB Irjen Djoko Purwanto saat dihubungi. CNNIndonesia.comKamis (14/4).

Baca Juga :  Penumpang di Pelabuhan Muara Angke Naik 300 Persen di Musim Mudik

(ain/ain)

[Gambas:Video CNN]