Pengguna narkoba yang berulang kali harus dihukum

Jakarta, CNN Indonesia

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Petrus Reinhard Golose kata penyalahguna narkotika yang sudah berulang kali atau lebih dari dua kali terjerat tetap harus dihukum.

“Kalau kita revisi UU Narkotika, semangat kita untuk merehabilitasi penyalahguna narkotika, maksimal hanya dua kali. Kalau diulangi tetap harus dihukum,” kata Golose kepada wartawan di Auditorium Yusufronodipuro, RRI Jakarta, Rabu ( 6/4). ) dikutip dari Di antara.

Golose menegaskan bahwa pengguna narkotika tetaplah pelaku, meskipun penyalahgunaan narkoba adalah kejahatan kejahatan tanpa korban atau kejahatan dimana korbannya adalah dirinya sendiri.

Golose berpandangan bahwa pelaku perlu menjalani proses hukum ketika pelaku menggunakan narkotika berulang kali meski telah melalui 2 kali rehabilitasi.

Pernyataan itu terkait dengan revisi UU Narkotika. Golose juga meminta pembentuk undang-undang untuk mengatur agar revisi UU Narkotika tidak menjadi modus operandi baru.

“Ini harus diatur agar tidak menjadi modus operandi dengan klaim ‘Saya pengguna, saya harus direhabilitasi’. Jika pengguna mengulangi, kita harus menghukumnya,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly menginginkan pengguna dan korban penyalahgunaan narkoba menjalani rehabilitasi.

Hal itu disampaikan Yasonna dalam rapat dengan Komisi III DPR tentang Revisi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, di Kompleks Parlemen, Kamis (31/3).

“Seharusnya penanganan pecandu narkotika, penyalahguna narkotika, dan korban penyalahgunaan narkotika difokuskan pada upaya rehabilitasi,” kata Yasonna.

(Antara / fra)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Kapal Pengangkut Bahan Bangunan Tenggelam di Perairan Sumenep