KPK Berharap Angelina Sondakh Laporkan Dalang Korupsi Hambalang

Jakarta, CNN Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (NCP) berharap mantan narapidana korupsi Wisma Atlet Hambalang, Angelina Sondakh melaporkan pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan pihaknya terbuka jika Angelina memiliki bukti baru terkait kasus korupsi Hambalang.

“KPK mempersilakan pihak-pihak yang mengetahui dan memiliki bukti awal dugaan tindak pidana korupsi untuk dapat melaporkan pengaduannya ke KPK,” kata Ali dalam keterangan tertulis, Selasa (5/4).

Ali berjanji KPK akan menindaklanjuti jika Angelina Sondakh punya bukti baru. KPK akan memvalidasi dan mempelajari lebih lanjut laporan tersebut.

Ali menegaskan, seluruh elemen masyarakat dapat melaporkan pengaduan dugaan tindak pidana korupsi ke KPK melalui email: [email protected]

“Apakah pengaduan tersebut memenuhi unsur dugaan korupsi yang menjadi kewenangan KPK atau tidak,” kata Ali.

Angelina Patricia Pingkan Sondakh kembali tampil di depan publik usai dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan Wanita (Lapas) Jakarta untuk menjalani program Cuti Menjelang Bebas (CMB) pada 3 Maret 2022. Ia menjalani total 10 tahun penjara.

Angelina membahas kasus korupsi di wisma atlet yang menyeretnya ke jeruji di Kompas TV. Dengan berlinang air mata, Angie – panggilan akrabnya – membeberkan alasan tidak mengungkap dalang kasus korupsi tersebut.

Dia mengkhawatirkan keselamatan putranya, Keanu Massaid.

“Saya takut, saya masih berpikir Keanu harus aman. Harus diselamatkan. Dan jika saya ingin disebut pengecut, saya menerimanya, karena saya lebih suka melihat Keanu tumbuh, normal, tanpa rasa takut di Keanu,” kata Angie saat berbincang dengan Rosiana Silalahi, dikutip dari Youtube Kompas TV, Senin (4/4).

Selama tiga bulan ke depan mulai 3 Maret 2022, Angie akan menjalani program CMB sebagai klien Pemasyarakatan dengan bimbingan lanjutan dari Lembaga Pemasyarakatan Jakarta Selatan. Setelah itu, dia akan bebas murni.

Baca Juga :  Kemendagri Buat Layanan Cegah Korupsi Pemda Berbasis Metaverse

Diketahui, Angie sebagai anggota DPR periode 2009-2014 disebut-sebut menerima suap Rp. 12,58 miliar dan US$ 2,35 juta dari Permai Group yang sebelumnya telah dijanjikan melalui Mindo Rosalina Manulang.

Suap diberikan agar anggaran yang dialokasikan untuk proyek-proyek program pendidikan tinggi di Kementerian Pendidikan Nasional dan program pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Kementerian Pemuda dan Olahraga bisa disesuaikan dengan permintaan Permai Group.

Saat itu, Angie adalah Anggota Badan Anggaran dan Koordinator Kelompok Kerja Anggaran (Pokja) Komisi X DPR.

(dmi/bmw)

[Gambas:Video CNN]