KPK Ingatkan Andi Arief Kooperatif Tanggapi Panggilan

Jakarta, CNN Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (NCP) mengingatkan Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief kooperatif memenuhi panggilan penyidik ​​dalam kasus dugaan suap Bupati Penajam Paser Utara (PPU) tidak aktif. Abdul Gafur Mas’ud.

Pj Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pernyataan Andi sangat dibutuhkan penyidik ​​untuk mengungkap kasus dugaan korupsi yang menjerat kader Partai Demokrat itu.

“Tentu sebagai bagian dari kepatuhan kami terhadap proses hukum yang sedang berjalan, kami mengingatkan saksi ini untuk kooperatif dalam menghadiri pemanggilan berikutnya,” kata Ali kepada wartawan dalam keterangan tertulis, Selasa (29/3).

Andi seharusnya diperiksa pada Senin (28/3), namun mengaku belum menerima surat panggilan dari KPK. KPK mengaku telah mengirimkan surat panggilan ke kediaman Andi di Cipulir dan diterima pada Kamis, 24 Maret 2022.

Ali menyatakan, pihaknya akan kembali mengirimkan surat panggilan ke alamat rumah kader Demokrat di Cipulir. Ia juga berharap Andi bisa hadir dalam panggilan penyidik ​​KPK.

“Surat itu akan dikirim ke alamat yang sama di Cipulir. Karena keterangan dari saksi sangat penting bagi tim penyidik ​​untuk mengungkap kasus dugaan TPK dengan tersangka RUPS. [Abdul Gafur Mas’ud] dkk semakin jelas,” ujarnya.

“Sikap kooperatif dan dukungan dari pihak terkait dalam pengungkapan dan penyelesaian kasus dugaan korupsi oleh KPK sangat diperlukan agar proses penegakan hukum menjadi lebih efektif dan efisien,” tambah Ali.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Abdul Gafur dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis ditahan di Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih.

Sementara itu, Plt. Sekda PPU Muliadi ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur.

Baca Juga :  KPK Berharap Angelina Sondakh Laporkan Dalang Korupsi Hambalang

Kemudian Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten PPU Edi Hasmoro dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga PPU Kabupaten Jusman ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

Satu tersangka pemberi suap, Achmad Zuhdi alias Yudi, ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Penyelidikan terhadap Yudi telah selesai. Dalam waktu dekat dia akan diadili.

(ryn / fra)

[Gambas:Video CNN]