KPK Periksa Direktur Summarecon Agung Terkait ML Rahmat Effendi

Jakarta, CNN Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (NCP) memanggil sejumlah saksi untuk mengusut kasus Pencucian Uang (TPU) yang menyeret Wali Kota Bekasi yang tidak aktif, Grace Effendi. Salah satu saksi yang dipanggil adalah Direktur PT Summarecon Agung, Oon Nusihono.

“Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka RE (Rahmat Effendi) terkait kasus TPPU di Pemkot Bekasi,” kata Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri, saat dikonfirmasi, Senin (11/4).

Selain Oon, KPK juga memanggil saksi lainnya. Diantara mereka; Pemasaran BIT Money Changer Mall Metropolitan Bekasi, Peter Soeganda; Kepala Bank BJB Cabang Bekasi, Ahmad Faisal; dan BPJS Ketenagakerjaan Bekasi, Heri Subroto.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menduga Rahmat Effendi alias Pepen menggunakan uang hasil intimidasi terhadap camat dan pegawai negeri Bekasi untuk membangun tempat perkemahan mewah atau berkemah glamor (glamping).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rahmat Effendi alias Pepen sebagai tersangka dalam kasus TPPU. Ini merupakan pengembangan dari proses penyidikan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa, jual beli jabatan, serta manajemen proyek dan tenaga kontrak di Pemkot Bekasi.

Pepen diduga telah membelanjakan, menyembunyikan, atau menyamarkan kepemilikan sebenarnya atas harta kekayaan yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi. Dalam proses penyidikan kasus dugaan suap tersebut, KPK telah mengusut pengelolaan aset Pepen yang diduga berasal dari hasil korupsi.

Sebelumnya, Pepen juga telah ditetapkan KPK sebagai tersangka bersama 8 orang lainnya terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa, jabatan jual beli, serta manajemen proyek dan tenaga kontrak di Pemkot Bekasi. . Berdasarkan temuan awal KPK, Pepen diduga menerima uang tunai lebih dari Rp 7,1 miliar.

Baca Juga :  PKB Bisa Ditinggalkan Jika Seteru Cak Imin-PBNU Berlanjut

(dmi / fra)

[Gambas:Video CNN]