KPK Tetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Tersangka Pencucian Uang

Jakarta, CNN Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Wali Kota Bekasi tidak aktif. Grace Effendi alias Pepen, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencucian uang (TPU).

Ini merupakan pengembangan dari proses penyidikan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa, jual beli jabatan, serta manajemen proyek dan tenaga kontrak di Pemkot Bekasi.

“Setelah mengumpulkan berbagai alat bukti, termasuk pemeriksaan sejumlah saksi, tim penyidik ​​kemudian menemukan dugaan tindak pidana lain yang dilakukan tersangka RE. [Rahmat Effendi] Sehingga dilakukan penyidikan baru dengan dugaan TPPU,” kata Pj Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Senin (4/4).

Pepen diduga telah membelanjakan, menyembunyikan, atau menyamarkan kepemilikan sebenarnya atas harta kekayaan yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi.

“Tim penyidik ​​akan segera mengumpulkan dan melengkapi barang bukti, termasuk menjadwalkan pemanggilan saksi,” kata Ali.

Dalam proses penyidikan kasus dugaan suap tersebut, KPK telah mengusut pengelolaan aset Pepen yang diduga berasal dari hasil korupsi.

Penyidik ​​KPK mengusut kasus itu melalui pemeriksaan tiga anak Pepen, yakni Direktur Utama Arhamdhan Ireynaldi Rizky, Ramdhan Aditya; Direktur PT AIR, Irene Pusbandari; dan Komisaris PT AIR, Reynaldi Aditama. Pemeriksaan dilakukan pada Senin (28/3).

“Ketiga saksi itu hadir dan diperiksa sebagai saksi tersangka MY (Mulyadi alias Bayong, Kepala Desa Jati Sari), tim penyidik ​​membenarkan antara lain mengenai pengelolaan aset tersangka RE. [Rahmat Effendi],” kata Ali, Selasa (29/3).

Sebelumnya, KPK menetapkan Pepen sebagai tersangka bersama 8 orang lainnya terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa, jabatan jual beli, serta manajemen proyek dan tenaga kontrak di Pemkot Bekasi.

Berdasarkan temuan awal KPK, Pepen diduga menerima uang tunai lebih dari Rp 7,1 miliar.

Baca Juga :  Pemerintah Akui Jalur Mudik Pansela Rawan Gempa

Delapan tersangka lainnya yang dijerat KPK adalah Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, M. Bunyamin; Kepala Desa Jati Sari, Mulyadi alias Bayong; Camat Jatisampurna, Wahyudin; dan Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Bekasi, Jumhana Lutfi sebagai penerima suap.

Kemudian Direktur PT MAM Energindo, Ali Amril; Lai Bui Min alias Anen, pribadi; Direktur PT Kota Bintang Rayatri dan PT Hanaveri Sentosa, Suryadi; dan Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin sebagai pemberi suap.

(ryn/wis)

[Gambas:Video CNN]