KPU Berencana Batasi 300 Orang di TPS Pemilu 2024

Jakarta, CNN Indonesia

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana membatasi maksimal 300 orang yang memberikan suara di TPS (TPS) di Pemilu 2024 masa depan.

Jumlah ini menurun dibandingkan Pilkada 2020. Saat itu, 500 orang bisa memilih di satu TPS.

“Jumlah pemilih per TPS kami rancang sama dengan pemilu 2019 yaitu 300 orang,” kata Komisioner KPU Viryan dalam uji publik, Rabu (6/4).

Viryan mengatakan rencana itu sudah dibahas dalam rapat paripurna KPU. Kemudian tertuang dalam Pasal 20 Rancangan Peraturan KPU (PKPU).

Viryan juga menjelaskan pentingnya memperhatikan domisili atau kelurahan/desa asal dalam sebaran pemilih di setiap TPS. Termasuk memperhatikan kemudahan pemilih pergi ke TPS.

Viryan juga menegaskan keluarga pemilih harus mencoblos di TPS yang sama.

“Selain itu, ada hal-hal yang berkaitan dengan aspek geografis dan jarak waktu tempuh ke TPS dengan memperhatikan masa pencoblosan,” jelasnya.

KPU akan menggunakan pencocokan dan penelitian elektronik (e-coklit) untuk menyelesaikan masalah administrasi data pemilih di lapangan.

Menurut dia, penggunaan e-coklit dapat memudahkan tanggung jawab panitia dalam pemutakhiran data pemilih (pantarlih) serta memungkinkan pemantauan secara cepat.

Pemerintah bisa memiliki data seluruh pemilih di Indonesia melalui e-coklit. Pasalnya, selama ini data pemilih hanya tersedia di beberapa wilayah.

“Menurut kami, E-coklit bisa menyelesaikan masalah administrasi (data pemilih) di lapangan. Kalau hulu (data) bagus, kalau dilakukan rekapitulasi akan lebih baik lagi,” kata Viryan.

Pada pemilihan umum 2024, pemungutan suara akan dilakukan pada 14 Februari. Masyarakat akan memilih calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD secara serentak, sama seperti tahun 2019.

(cfd/bmw)

Baca Juga :  Partai Pelita Fokus Lolos Peserta Pemilu, Belum Pikirkan Capres

[Gambas:Video CNN]