Kronologis Gaji Pegawai Rp60 Juta Merampok Bank BJB Fatmawati

Jakarta, CNN Indonesia

Polisi menangkap tersangka berinisial BS, pegawai bank swasta yang melakukan percobaan perampokan Dari Bank Jabar Banten (BJB) yang berlokasi di Jalan Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (5/4) kemarin.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto menjelaskan kronologis perampokan tersebut.

Budhi mengatakan, sebelum melakukan aksinya, tersangka terlebih dahulu melakukan survei karena ada sejumlah bank di daerah tersebut. Namun, tersangka akhirnya memilih Bank BJB.

Tersangka kemudian masuk ke kantor bank sambil menodongkan pistol yang menyerupai senjata api.

“Itu ditujukan kepada staf dan juga karyawan di bank. Dengan ancaman berbaring dan menuruti keinginan tersangka,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto kepada wartawan, Rabu (6/4). .

Namun, saat itu petugas keamanan bank berinisial F tidak mengikuti perintah tersangka. Akibatnya, tersangka marah dan menembakkan pistol yang dibawanya.

“Letusan dan akibat tembakan itu bukan senjata api,” kata Budhi.

Satpam berinisial F kemudian melakukan perlawanan terhadap tersangka. Pada saat yang sama, beberapa karyawan bank mencoba keluar dan berteriak minta tolong.

Pada saat yang sama, polisi melakukan patroli di sekitar lokasi. Melihat kejadian tersebut, polisi langsung turun dari mobil patroli dan menangkap tersangka.

“Anggota turun dari mobil patroli dan di sana bersama saksi F menangkap tersangka yang saat itu sedang berkelahi dengan saksi F,” kata Budhi.

Polisi kemudian menggeledah barang-barang tersangka dan menyita beberapa barang bukti. Antara lain, airsoft gun, pisau lipat, petasan asap, tali, dan alat kejut.

Budhi mengatakan, tersangka sudah lama memiliki airsoft gun. Berdasarkan pengakuannya, senjata itu dibeli pada 2010.

“Tersangka beli dengan temannya tahun 2010, jadi sudah lama ada, kemudian alat lain sudah lama disiapkan. Kemudian mereka terinspirasi dari film yang mereka tonton,” kata Budhi.

Baca Juga :  Oditur Militer Tepis Pembelaan Kolonel Priyanto saat Buang Handi-Salsa

Sebelumnya, Budhi mengungkapkan tersangka BS berlatar belakang pegawai di salah satu bank swasta dengan jabatan staf HRD.

Padahal, kata Budhi, sebagai pegawai bank, tersangka memiliki penghasilan Rp. 60 juta per bulan. Namun, tersangka saat ini dalam utang dan jatuh tempo pada hari Jumat.

“Jadi dia punya pikiran nekat untuk melakukan kejahatan,” kata Budhi.

Dalam kasus ini, tersangka BS dijerat pasal ganda, yakni Pasal 365 jo Pasal 53 KUHP dan UU Darurat dengan ancaman 10 tahun penjara.

(dis/DAL)

[Gambas:Video CNN]