Herry Wirawan Akan Jual Aset Untuk Bayar Restitusi Korban

Bandung, CNN Indonesia

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan bahwa para terdakwa dalam kasus pemerkosaan 13 mahasiswi Harry Wirawan bersedia membayar ganti rugi korban sebesar Rp331.527.186 (Rp331 juta).

“Kalau pidana seumur hidup sebelumnya sama-sama hukuman maksimal. Kami juga mengapresiasi pemberian restitusi karena itu tanggung jawab pelaku, bukan negara,” kata Edwin, Jumat (8/4).

Edwin mengatakan, menurut UU Perlindungan Saksi dan Korban, restitusi adalah ganti rugi bagi korban dan keluarganya yang dibayarkan oleh pelaku atau pihak ketiga.

Ia mengaku mengundang Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, Herri Swantoro, ke pertemuan di Bandung beberapa waktu lalu untuk menjelaskan tentang pemenuhan hak saksi dan korban.

Tidak hanya itu, LPSK juga telah mengunjungi Rutan Kelas I Bandung untuk bertemu dengan Herry. Dengan dukungan Kepala Bagian Pemasyarakatan (Kadiv) Kanwil Kemenkumham Jabar dan Karutan Kelas 1 Bandung, tim LPSK bisa berdialog dengannya.

Dalam kesempatan itu, LPSK juga menyelidiki kemampuan terdakwa untuk membayar uang pengganti. Dari komunikasi LPSK dengan Herry, yang bersangkutan mengakui perbuatannya dan menyatakan siap bertanggung jawab.

“LPSK bertemu dengan Herry dan dia mengatakan ingin dan menyebutkan sejumlah aset yang bisa dia bayar untuk restitusi. Kami juga bertemu dengan pimpinan PT Bandung dan mengatakan Herry bersedia membayar,” katanya.

Edwin menambahkan, pihaknya mendorong terpenuhinya hak-hak korban meski restitusi ini bukanlah kompensasi yang sepadan atas perbuatan bejat terdakwa.

“Karena tidak cukup bagi korban, berapapun besarnya ganti rugi. Artinya, sesopan apapun tidak bisa mengganti kerugian korban,” ujarnya.

Seperti diketahui, selain dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Herry Wirawan juga diberikan hukuman tambahan berupa restitusi bagi para korban.

Baca Juga :  Ariesal Curi Dinamo untuk Bayar Hutang Pernikahan Anak, Kasus Dihentikan

Putusan ini lebih berat dari pengadilan tingkat pertama di PN Bandung. Pada putusan tingkat pertama, biaya restitusi atau kompensasi korban pemerkosaan Herry ditanggung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

(nyaman / dari)

[Gambas:Video CNN]