Mahasiswa Unsri Mengatakan Mereka Diancam Kampus Tidak Akan Protes 11 April

Jakarta, CNN Indonesia

Mahasiswa di Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatanmengaku diintimidasi oleh kampus untuk tidak mengadakan atau ikut demonstrasi 11 April menentang wacana presiden tiga periode, menunda pemilihan, dan menuntut untuk menolak kenaikan harga BBM, dll.

Rektor Mahasiswa Universitas Sriwijaya, Hansen Febriansyah mengaku salah satu yang mendapat telepon dan ancaman dari pihak kampus terkait Aksi Nasional 11 April hari ini.

Termasuk dirinya, kata Hansen, tiga mahasiswa dipanggil melalui surat panggilan untuk hadir pada Minggu (10/4) pukul 10.00 WIB. Dua rekannya menjawab panggilan itu, sementara Hansen tidak.

Hansen beralasan tidak bisa memenuhi panggilan tersebut karena sedang dalam perjalanan ke Jakarta untuk mengikuti aksi 11 April bersama massa BEM Indonesia hari ini.

Menurut keterangan Hansen, pemanggilan itu terkait evaluasi kegiatan demonstrasi 7 April dan himbauan untuk tidak ikut demonstrasi 11 April. Tak hanya nasehat, Hansen mengatakan mahasiswa juga diancam.

“Mereka yang mengikuti Aksi Nasional di Jakarta pada 11 April 2022 mendapat ancaman akan diberikan surat kepada orang tuanya,” kata Hansen. CNNIndonesia.comSenin (11/4) dini hari.

Dalam foto surat edaran rektor ditunjukkan kepada CNNIndonesia.comTercatat ada empat poin yang intinya meminta mahasiswa untuk tidak berdemonstrasi baik di Jakarta maupun daerah lain.

Dalam SE yang ditandatangani Wakil Rektor Unsri Iwan Stia Budi itu ditegaskan bahwa mereka yang masih ingin menggelar aksi unjuk rasa tidak diperkenankan mengatasnamakan Universitas Sriwijaya dan menggunakan atribut kampus.

Bagi mereka yang masih ingin melakukan demonstrasi, itu adalah tanggung jawab pribadi mereka,” ditegaskan dalam SE tanggal 9 April.

SE itu juga ditembuskan ke Mendikbudristek dan Dirjen Dikti.

Baca Juga :  Polisi Terima Pemberitahuan Demonstrasi Massa Mahasiswa BEM SI 11 April

Hansen mengatakan mahasiswa fakultas yang ingin mengikuti aksi tersebut kemudian mengundurkan diri setelah surat edaran itu dikeluarkan.

“Takut akan akibatnya,” kata Hansen.

Menurut informasi terakhir, Hansen berangkat sendiri ke Jakarta sebagai perwakilan Universitas Sriwijaya dalam Aksi Nasional 11 April.

Sementara itu, terkait dugaan intimidasi kampus melalui surat panggilan dan surat edaran, CNNIndonesia.com masih belum mendapat keterangan resmi dari rektorat Unsri.

Sebagai informasi, hari ini di Jakarta, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar unjuk rasa menentang perpanjangan masa jabatan presiden di Gedung DPR. Koordinator Media BEM SI Luthfi Yufrizal mengatakan pihaknya sengaja melakukan aksi di Gedung DPR dengan harapan para wakil rakyat tetap menjalankan amanat konstitusi dengan tidak memperpanjang masa jabatan presiden.

“Karena kami ingin memastikan konstitusi yang ada berjalan. Karena itu, kami akan mengawal undang-undang dan memastikan DPR RI menjalankan konstitusi dengan baik sesuai dengan yang ada,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (10/4).

Ia mengatakan ada empat tuntutan yang akan dilontarkan mahasiswa dalam aksi tersebut.

1. Mendesak dan menuntut agar para wakil rakyat mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat, bukan aspirasi partai.

2. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk mengangkat aspirasi rakyat sebagai aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah sejak 28 Maret 2022 sampai dengan 11 April 2022.

3. Mendesak dan menuntut agar para wakil rakyat tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, menolak dengan tegas penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode.

4. Mendesak dan menuntut perwakilan rakyat untuk mengajukan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang belum terjawab.

Aksi mahasiswa dengan tuntutan serupa juga dilakukan di beberapa daerah lain di Indonesia. Beberapa di antaranya berada di Palembang (Sumatera Selatan), depan Istana Bogor (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Makassar (Sulawesi Selatan), hingga Ambon (Maluku).

Baca Juga :  PDIP Tanggapi Rencana Prabowo Bertemu Gibran: Tidak Ada Masalah

Terkait penundaan pilkada hingga wacana presiden selama tiga periode, Jokowi meminta para menterinya untuk berhenti membahas wacana tersebut. Tak hanya itu, dalam rapat penyelenggara pemilu yang rekamannya diunggah di Youtube Sekretariat Negara itu, Jokowi juga memastikan Pilkada 2024 tetap berjalan sesuai jadwal, di mana pemungutan suara akan digelar pada 14 Februari 2024.

(pop/anak)

[Gambas:Video CNN]