Mahasiswa Korban Pelecehan Seksual Unri Kunjungi Nadiem Minta Keadilan

Jakarta, CNN Indonesia

Mahasiswa jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri) LM yang menjadi korban pelecehan seksual dosennya, Syafri Harto mengunjungi Menteri Pendidikan dan Teknologi, Nadiem Makarim.

Korban datang didampingi Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (Komahi) Unri usai pelaku dibebaskan oleh Hakim PN Pekanbaru, Rabu (30/3). Dalam pertemuan tersebut, korban mengaku kecewa dengan keputusan tersebut.

Di sana, para penyintas juga mengungkapkan kekecewaannya atas vonis bebas yang diberikan Mahkamah Agung di Pengadilan Tinggi Negeri Kota Baru, kata Komahi atas nama korban di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (14/4). ).

Selain mengeluhkan kekecewaannya, korban juga meminta keadilan kepada Nadiem. Ia juga menuntut penerapan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

“Para penyintas meminta keadilan dari Kemendikbud dan bagaimana sebenarnya implementasi Permendikbudriset nomor 30 Tahun 2021 tentang kasus kekerasan seksual yang dialami para penyintas tersebut,” kata Komahi.

Komahi mengatakan selain Nadiem, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Chatarina Muliana dan Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam. Mereka pun sepakat untuk berpihak pada korban.

“Mas Nadiem dan jajarannya berjanji akan terus berada di belakang para penyintas, akan terus mendukung gerakan mahasiswa serta mengungkap kebenaran yang terjadi di kampus,” ujarnya.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru membebaskan Dosen FISIP Universitas Riau (Unri) (Unri) Syafri Harto dengan dalih tidak terbukti melakukan perbuatan cabul terhadap mahasiswanya, LM.

Vonis dibacakan majelis hakim di ruang Prof Oemar Seno Adji, Pekanbaru, Rabu (30/3) pukul 10.00 WIB. Sedangkan Syafri dan penasihat hukumnya hadir secara virtual.

Baca Juga :  Jumlah Antrian Jemaah Haji Jatim Lebih Dari Sejuta

Salah satu pertimbangan majelis hakim adalah tidak ada bukti kekerasan dan ancaman yang dialami korban LM oleh Syafri Harto. Karena dakwaan primer tidak terbukti, maka dakwaan tidak dapat diterima.

(yla / fra)

[Gambas:Video CNN]