Kemacetan Pasti Terjadi, tapi Sudah Diantisipasi

Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan kemacetan kendaraan di jalur-jalur yang ramai digunakan pemudik pasti akan terjadi saat puncak arusĀ mudik pada 28-29 April.

Namun, dia mengatakan, pemerintah sudah mengantisipasi kemacetan jelang Lebaran itu.

“Bahwa akan terjadi kemacetan di beberapa ruas jalur kritis (critical path) dan pada waktu tertentu itu pasti, tapi sudah diantisipasi,” kata Muhadjir kepada CNNIndonesia.com, Kamis (28/4).

Pernyataan Muhadjir itu merespons terjadinya kemacetan parah di beberapa ruas tol, seperti Tol Jakarta-Cikampek, Cikopo-Palimanan, dan di Pelabuhan Merak pada, Kamis (28/4).

Menurut Muhadjir, pemerintah telah memprediksi warga yang melakukan perjalanan mudik via darat melonjak berkali lipat dibandingkan tahun 2019.

Hasil survei Kemenhub menunjukkan ada 85 juta orang yang akan mudik pada musim libur Lebaran tahun ini.

“Oleh sebab itu, dalam tata kelola lalu lintas khususnya jalan tol sudah disediakan,” ucapnya.

Muhadjir mengatakan terdapat tiga kebijakan yang disiapkan pemerintah dalam merespons kemacetan mudik, yaitu pemberlakuan satu jalur (one way) di tol, ganjil genap, skema contraflow.

Di sisi lain, Muhadjir mengimbau perusahaan swasta, instansi BUMN, dan pemerintahan memperbolehkan pegawainya mengambil cuti tambahan di luar cuti bersama yang ditetapkan pemerintah.

Harapannya tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

“Sehingga imbauan bapak presiden agar para pemudik melakukan mudik lebih awal, dapat dilakukan, dengan harapan kemacetan serius pada saat puncak mudik bisa dihindari,” kata dia.

(rzr/tsa)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Situasi Terkini Pasar Senen di Puncak Arus Balik Mudik