Mulai dari Jatim, PPP Ingin Ambil Suara ‘Dipinjam’ Partai Politik Lain

Jakarta, CNN Indonesia

Partai Asosiasi Pembangunan (PPP) bertekad untuk mendapatkan banyak suara di Pemilu 2024 nanti. Salah satu misi yang akan dilakukan adalah merebut kembali suara yang telah ‘dipinjam’ oleh pihak lain.

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengatakan, perolehan suara akan dimulai dari Jawa Timur sebagai basis partai berlambang Ka’bah itu.

“Kami ingin mengembalikan suara yang dipinjam dan kami akan mulai dari Jawa Timur,” kata Suharso dalam wawancara eksklusif dengan CNN Indonesia TV yang ditayangkan Senin (28/3).

Suharso mengklaim Jatim sudah lama menjadi basis perolehan suara PPP. Namun, pada pemilu lalu, perolehan suara PP turun signifikan di daerah tersebut.

Ia mengibaratkan Jawa Timur sebagai tempat miqat atau batas waktu dan tempat dimulainya haji.

“Untuk mengembalikan basis kami di Jawa Timur, kami akan mulai, miqatnya ada di Jawa Timur,” kata Soeharso.

Suharso mengatakan NU merupakan salah satu ormas yang terlibat dalam pembentukan PPP. Namun, pasca reformasi 1998, muncul partai-partai politik yang berhaluan Islam dan membuat pilihan umat Islam semakin melebar.

Pada pemilu 1999, kata Suharso, PPP masih berusaha mendapatkan posisi ketiga. Namun, perolehan suara partainya terus menurun pada Pemilu 2009 2014 dan 2019.

Menteri Kabinet Indonesia Maju membantah anggapan bahwa PPP jauh dari NU dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya kira seperti ini, mungkin Nahdliyin tidak hanya di partai berbasis Islam saja,” kata Suharso.

(iam / bmw)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Polisi Amankan 40 Pendemo dalam Demonstrasi di Lampung