Narapidana terorisme di Malang bebas meski tidak berbaiat kepada NKRI

Surabaya, CNN Indonesia

Seorang terpidana kasus terorisme berinisial A murni bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Wanita (Lapas) Malang, Jawa Timur, setelah menjalani hukuman 5,5 tahun penjara. A tetap merdeka meskipun tidak mengikrarkan baiat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dia dibebaskan karena sudah selesai menjalani pidananya,” kata Pj Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jatim, Wisnu Nugroho Dewanto, Selasa (29/3).

Wisnu mengatakan A tidak pernah membuat keributan selama menjalani hukuman. Selain itu, A juga sangat kooperatif saat dimintai keterangan oleh pihak Lapas dan BNPT.

“Demikian juga saat membantu BNN, mereka selalu kooperatif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Mabes Wanita Malang, Tri Anna Aryati, menyatakan A tidak pernah mendapatkan hak remisi, asimilasi, atau integrasi karena tidak pernah mengikuti pelatihan.

“Hal ini dikarenakan A tidak pernah ikut serta dalam pengembangan kepribadian atau kemandirian karena alasan tertentu. Selain itu, A juga tidak mau menyatakan ikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Tri.

Tri mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan kepada A untuk mengikuti pembinaan kemandirian seperti merajut, membatik, memasak, termasuk pembinaan kepribadian di pondok pesantren. Namun karena alasan kesehatan, A tidak bisa mengikuti semua pembinaan.

Meski begitu, kata Tri, A adalah orang yang ramah dan tidak memiliki keluhan apapun saat berkomunikasi dengan sesama narapidana di Lapas.

“Kami berharap A bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Dan bisa diterima masyarakat,” ujarnya.

A dijemput langsung oleh suaminya setelah resmi dibebaskan kemarin. Lapas Wanita Malang juga telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum yaitu Densus 88 Antiteror Polri, Polres Malang Kota, dan Kodim 0833 Sukun.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memvonis A dengan hukuman 5,5 tahun penjara. Selain itu, A juga divonis denda sebesar Rp. 50 juta, subsidi enam bulan penjara.

Baca Juga :  600 Gabungan Pasukan & Kontrol Air Canon Uji Coba Putusan Munarman

(fr / fra)

[Gambas:Video CNN]