Tabrakan Babinsa Meninggal di Maluku Diancam 6 Tahun Penjara

Ambon, CNN Indonesia

motor Febri Tarumere (21), tersangka bentrokan dengan Sertu Basri (31), anggota Badan Pembina Desa (Babinsa) TNI AD di Desa Waiheru, Teluk Ambon, Maluku, diancam enam tahun penjara.

Ia diketahui dijerat pasal 310 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun atau denda Rp. 12 juta.

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan matinya orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12 juta,” kata Kasubag Humas Polres Ambon. dan Kepulauan Sewa Ipda Moyo Utomo melalui keterangan resmi, Selasa (29/3).

Kejadian bermula saat anggota TNI di Kota Ambon, Maluku, Sertu Basri (31), mengatur arus lalu lintas mobil dinas Danramil Baguala yang keluar dari halaman kantor di Jalan Laksdya Leo Wattimena, Jumat (25/3). ) pukul 22.20 WIB.

Dia kemudian ditabrak sepeda motor dan dibawa ke Rumah Sakit Hative Passo. Mengalami pendarahan di telinga dan benturan di kepala, korban meninggal dunia pada Sabtu (26/3) pagi.

(sai/arh)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Penetapan Emil Dardak sebagai Ketua DPD Jatim sesuai AD/ART