Pengacara Haris-Fatia Serahkan Data Usaha Tambang Luhut ke Polisi

Jakarta, CNN Indonesia

kekuatan hukum Haris Azhar | dan Fatia Maulidiyanti menyerahkan bukti keterlibatan Menko Kemaritiman dan Perikanan Luhut Binsar Panjaitan dalam bisnis pertambangan di Papua ke polisi hari ini, Senin (4/4).

Kepala Divisi Hukum KontraS Andi Muhammad Rezaldy mengatakan, barang bukti akan diajukan oleh tiga orang saksi. Saksi adalah peneliti yang terlibat dalam penelitian.

“Saksi-saksi yang hadir akan membahas penelitian dan temuan-temuan dalam penelitian. Saksi-saksi ini tentu akan memastikan bahwa memang ada rekam jejak usaha pertambangan LBP di Papua,” kata Andi saat dihubungi, Senin (4/4).

Isu dugaan keterlibatan Luhut dalam bisnis di Papua membuat pegiat HAM Haris Azhar dan Koordinator Kontras, Fatia Maulidiyanti ditetapkan sebagai tersangka. Mereka didakwa dengan tuduhan pencemaran nama baik Luhut.

Proses hukum dimulai saat Luhut melapor ke Polda Metro Jaya. Dia melaporkan bahwa Haris dan Fatia berbicara dalam video yang berjudul “Ada Tuan Luhut Dibalik Hubungan Ekonomi 8008AJaya Militer-Ops Intan!! Jenderal BIN juga ada!!”. Video tersebut diunggah Haris di akun Youtube miliknya.

Dalam percakapan dalam video tersebut, disebutkan bahwa PT Tobacom Del Mandiri, anak perusahaan Toba Sejahtera Group, terlibat dalam bisnis pertambangan di Intan Jaya, Papua. Luhut merupakan pemegang saham di Grup Toba Sejahtera.

Sebelumnya, Haris Azhar juga telah menyerahkan 20 alat bukti terkait dugaan keterlibatan Luhut dalam bisnis pertambangan di Intan Jaya, Papua.

“Masih bisa kami sampaikan selanjutnya, tapi ini baru permulaan. (Bukti berupa) catatan kaki dan bukti otentik dokumen perusahaan yang sah dan sah,” kata kuasa hukum Haris, Nurkholis kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (23). /3).

Nurkholis berharap polisi memeriksa kembali sejumlah pihak yang sebelumnya diperiksa. Menurut dia, perlu dilakukan pemeriksaan untuk menilai bukti baru yang diajukan partainya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Terduga Provokator Penganiayaan Ade Armando

Haris Azhar juga mengatakan, selama ini proses penyidikan polisi hanya berasumsi konten Youtube. Haris meyakini dirinya memiliki bukti terkait pernyataannya terkait dugaan keterlibatan Luhut dalam bisnis pertambangan di Papua.

“Kemudian kami dianggap tidak memiliki bukti atas pernyataan ini, dari awal kami katakan bahwa proses pidana ini tidak sempurna karena tidak melihat materi pembahasan, hanya mengambil sepotong dan tidak melihat konteksnya,” katanya.

(dis / tsa)

[Gambas:Video CNN]