Plus-Minus Mudik Lebaran Lewat Jalur Pansela

Jakarta, CNN Indonesia

Lintas Pantai Selatan (Pansela) bisa jadi jalur alternatif untuk mudik lebaran 2022, selain Lintas Pantai Utara (Pantura) dan Lintas Tengah Pulau Jawa serta jalur tol Trans Jawa.

Jalur Pansela terbentang melintasi beberapa provinsi seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

Jalur ini menyuguhkan banyak keindahan alam di sepanjang perjalanan. Namun, masih terdapat beberapa kekurangan.

Tim CNNIndonesia.com menyusuri jalur ini beserta isinya selama enam hari. Perjalanan dimulai dari Jakarta sampai Yogyakarta.

Berikut kelebihan mudik lewat jalur Pansela yang kami rangkum:

1. Aspal Mulus

Secara keseluruhan, jalan di jalur Pansela aspalnya mulus. Namun di beberapa titik, masih ada jalanan yang berlubang. Salah satunya di Kebumen, tepatnya di Jalan Ayah, Karang Bolong.

2. Barisan Pantai Indah di Sepanjang Jalan

Ada banyak pantai indah di sekujur bibir Pansela yang sayang untuk dilewatkan. Mulai dari Pantai Jayanti di Cianjur, Rancabuaya dan Santolo di Garut. Pantai Pangandaran, atau Pantai Menganti yang instagramable di Kebumen.

Sementara pada awal perjalanan, pemudik bisa menikmati sejumlah spot wisata di ketinggian seperti Kawah Putih Ciwidey dan Puncak Guha di Garut.Memasuki Yogyakarta ada lima deretan pantai tak kalah memikat, di antaranya Pantai Cemoro Sewu, Widuri, Parangkusumo, Parangtritis sampai Pantai Karang.

Masih di antara Jalan Ciwidey-Cidaun, perjalanan mudik akan dikejutkan dengan sebentang curug yang menghampar di pinggir jalan beraspal. Namanya Curug Ceret Naringgul.

Ceret adalah Bahasa Sunda yang berarti menyiprat. Para pemudik bisa istirahat sambil menikmati segarnya cipratan air terjun itu. Jika beruntung, pemudik juga menyaksikan pelangi terperangkap di Curug Ceret Naringgul.

Baca Juga :  RI lebih baik dari AS dalam hal Covid

3. Melimpah Wisata Kuliner

Selain keindahan alam, mudik lewat jalur Pansela juga bisa sambil kulineran. Mulai cicip lobster Jayanti di Cianjur, Sate Ambal di Kebumen sampai Sate Klathak.

Hampir di setiap kabupaten yang dilintasi menawarkan makanan khas masing-masing. Mata Lembu tak boleh dilewatkan jika mampir di Pantai Santolo, Garut.

Dinamakan Mata Lembu tapi tak ada kaitannya dengan olahan mata sapi atau pun telur mata sapi. Makanan laut satu ini bentuknya mirip keong sawah, tapi sebenarnya dia adalah siput laut (gastropoda).

4. Banyak Tempat Penginapan

Mencari penginapan di sepanjang jalur Pansela relatif mudah. Mulai dari Cianjur, Bandung, Cilacap sampai Yogyakarta.

Selain itu, tarifnya pun masih affordable meskipun dekat dengan destinasi wisata. Satu kamarnya masih ada yang Rp100 ribu.

Selain kelebihan, ada pula kekurangan mudik di Jalur Pantai Selatan yakni:

1. Jalur Cukup Terjal Berkelok

Meski jalanan di jalur Pansela sudah mulus. Namun, di beberapa titik medannya cukup terjal. Salah satunya di sepanjang jalan dari Ciwidey, Bandung hingga Cidaun, Cianjur.

Jalanan di rute ini banyak kelokan yang cukup ekstrem dan naik-turun. Medan yang sama juga ditemui di Jalan Pantai Watu Balai dan Jalan Ayah di Kebumen. Kemudian di Jalan Raya Banjar di sekitar Cilacap.

Sayangnya, di beberapa titik itu juga jarang sekali ditemukan peringatan. Pemudik harus lebih hati-hati dan tidak ngebut.

2. Rawan Longsor di Beberapa Titik

Selain berkelok, di beberapa titik juga rawan terjadi longsor, seperti di jalan Ciwidey-Cidaun dan Jalan Ayah di Kebumen.

Pada kedua titik itu, sudah ada tanda peringatan rawan longsor. Namun, pemudik harus tetap ekstra hati-hati karena jalanan di area rawan longsor ini bersisian dengan  jurang. Selain itu luas jalanannya juga terbilang sempit.

Baca Juga :  Polisi Minta Warga Beraktivitas Seperti Biasa Saat Demonstrasi Jokowi Besok

3. Minim Penerangan

Kekurangan lainnya dari jalur Pansela adalah minimnya penerangan. Sehingga, lebih baik melakukan perjalanan pada siang hari.

Selepas keluar dari kawasan Jakarta dan memasuki Cianjur, penerang jalan mulai sulit ditemukan sampai ke Cilacap. Pemudik terpaksa harus mengandalkan lampu kendaraannya dan lampu dari rumah warga.

4. Minim SPBU Besar

Setiap mengisi bahan bakar, pastikan sampai penuh supaya tidak repot. Belum lagi jika terjadi macet. Sebab, di sepanjang jalur Pansela lebih banyak SPBU kecil. Terutama di kawasan Cianjur dan Cilacap.

5. Perjalanan Lebih Panjang dan Lama

Terakhir, waktu tempuh mudik lewat jalur Pansela cenderung lebih lama dari jalur yang lain. Sebab, jalur ini merupakan jalur alternatif yang lebih mengandalkan jalan di perkampungan ketimbang tol.

Dengan waktu tempuh yang lama, pemudik harus siap secara fisik maupun mental. Jangan memaksakan kondisi tubuh ketika sudah merasa kelelahan. Dan, pastikan mobil dalam kondisi prima.

(yla/wis)

[Gambas:Video CNN]