Polda Bali Ungkap Kasus Narkoba Rp56M

Denpasar, CNN Indonesia

Polda Bali mengungkap kasus narkotika berbagai jenis sebanyak puluhan kilogram dan kisaran harga mencapai sekitar Rp. 56 miliar.

Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putera mengatakan penangkapan berbagai jenis narkotika tersebut merupakan yang terbesar dalam dua tahun terakhir yang diungkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali.

“Kasus ini merupakan pengungkapan narkotika terbesar yang pernah dilakukan Polda Bali dalam dua tahun terakhir,” kata Irjen Putu saat konferensi pers di Mapolrestabes Bali, Denpasar, Selasa (12/4).

“Bukti ini, kalau ditaksir nilainya diperkirakan Rp 56 miliar. Kalau dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, kemungkinan bisa digunakan sebanyak 350.000 orang. Dan setidaknya kita bisa menyelamatkan 350.000 orang dari bangsa ini, ” dia menambahkan.

Sementara itu, tiga tersangka diamankan, yakni berinisial KS (35) warga Desa Batukaang, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Kemudian berinisial KW (48) dari Denpasar, dan AA (48) dari Kabupaten Badung.

“Modus operandi tersangka adalah menyimpan narkotika di dalam vila kemudian menyalurkan narkotika tersebut kepada orang asing yang sering mengunjungi tempat hiburan di kawasan Seminyak, Canggu, dan Petitenget,” tambahnya.

Dia menjelaskan, tersangka menyimpan barang haram tersebut di sebuah vila di Desa Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Sebelumnya, polisi mendapat informasi dari masyarakat sekitar kawasan Desa Kerobokan Kelod bahwa penyalahgunaan narkotika sering terjadi.

Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dan pada Jumat (8/4) sekitar pukul 19.00 WITA Direktorat Narkoba Polda Bali langsung menangkap dua tersangka yaitu KS dan KW di depan vila, dan langsung melakukan pengembangan tersangka AA. .

Sedangkan dalam penggeledahan ditemukan satu kantong plastik berisi barang haram, dan dalam penggeledahan di vila ditemukan puluhan kilogram sabu berbagai jenis dengan total 35,1 kilogram.

Baca Juga :  Kader Demokrat Kecewa Dengan Pengangkatan Emil Dardak: AHY Tidak Demokratis

Rinciannya, sabu 35 gram, kokain 32 gram, ganja 2,6 gram, MDMA 7,38 gram, bubuk 151 gram dalam 796 kapsul (MDMA), 49 gram bubuk pink (MDMA), dan 1,2 gram. bubuk warna oranye (MDMA).

Selain itu, psikotropika berupa vetamin 0,5 gram, prohepel hcl 500 tablet setara 80 gram net, 500 tablet valdimex setara 70 gram net, 500 tablet xanaf afrasolam setara 55 gram net.

“Ini bukan industri rumah tangga, mereka hanya mencampurnya dan memasukkannya kembali ke dalam kapsul agar lebih mudah dijual. Kita bisa lihat di sini ada kapsul berisi narkotik, yang kemudian akan diedarkan ke klab-klab yang dituju,” ujarnya.

Menurut dia, barang tersebut kemungkinan berasal dari China, namun masih dilakukan penyelidikan. Pasalnya, barang bukti 34 bungkus sabu yang disita adalah kemasan plastik teh emas dengan tulisan Guanyinwang.

Sementara itu, kemungkinan tersangka ini berasal dari jaringan internasional jika melihat barang dari luar negeri.

“Kalau barangnya dikemas dari China. Tapi ini estafet. Jadi sampai sini yang bersangkutan menerima barangnya, tapi ini sedang kita kembangkan, mana hulunya dan terakhir kemana ini masih dalam proses,” kata Putu Jayan.

Ia juga menyebutkan bahwa barang-barang tersebut kemungkinan didatangkan ke Bali melalui jalur darat atau laut. Polisi, kata dia, masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengidentifikasi tersangka lainnya.

“Kasus ini terus kami kembangkan baik jaringan maupun tersangka lainnya. Ini proses pengembangan, barang ini bisa kita temukan karena sudah ada kasus sebelumnya, jadi sudah cukup lama (beredar),” kata Putu Jayan.

“Yang jelas masih kita kembangkan apakah Bali itu transit point atau akan dilanjutkan ke daerah lain. Pasarnya juga (tidak) hanya orang Indonesia tapi juga orang asing. Ini transit di Bali saja atau diteruskan ke tempat lain, ini masih dalam pengembangan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ngabalin Akan Melaporkan Kepada Polisi Soal Profitabilitas Surat Donasi

(kdf/anak)

[Gambas:Video CNN]