Polres NTB Jajaki Unsur Bela Diri Korban Begal di Lombok

Jakarta, CNN Indonesia

Kapolres Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Djoko Purwanto mengatakan telah mempertimbangkan unsur bela diri atau kekuatan mayoritas dalam proses hukum terhadap korban perampokan, AS alias M (34) yang menjadi tersangka pembunuhan.

Namun, kata Djoko, pertimbangan tersebut tidak serta merta menghilangkan proses penyidikan yang sedang berjalan.

“Polisi telah menetapkan tersangka atas nama M atau AS terkait hilangnya nyawa orang. Namun mereka juga menambahkan terkait pembelaan diri dan kekuatan mayoritas,” kata Djoko saat dihubungi CNNIndonesia.comKamis (14/4).

Kekuatan mayoritas diatur dalam Pasal 48 KUHP, yaitu orang tidak dapat dipidana karena pengaruh paksaan.

Djoko mengatakan penyidik ​​masih menyelidiki insiden tersebut. Menurutnya, penyidik ​​juga membuka peluang untuk menerapkan keadilan restoratif.keadilan restoratif) dalam menangani kasus tersebut.

“Apakah RJ (Keadilan Restoratif) itu bisa terjadi atau apa, benar, apa dia kekuatan mayoritas atau pembelaan diri tidak di penyidik. Penyidik ​​hanya akan mengumpulkan bukti-bukti yang cukup atau fakta-fakta hukum dalam batas-batas yang cukup alat buktinya,” katanya.

Lebih lanjut Djoko mengatakan, penyidik ​​bertugas untuk mengungkap kasus pidana. Namun, dia belum bisa berbicara lebih jauh tentang langkah yang diambil untuk menangani kasus tersebut.

“Bisa dilanjutkan atau dihentikan. Semuanya mungkin, bukti cukup. Saat ini kami sudah menetapkan tersangka, apakah penyidik ​​sudah menangkap atau menjadikannya berkas perkara yang dikirim ke kejaksaan atau tahap satu, kan, ” dia berkata.

Dalam kasus itu, AS alias M didakwa melakukan pembunuhan setelah membunuh perampok yang menyerangnya di Desa ofganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah pada Minggu (10/4) dini hari.

Kasus tersebut saat ini sedang ditangani Polres NTB. Menurut dia, penyidik ​​di tingkat Polres sebelumnya sudah memiliki bukti yang cukup untuk bisa menjerat AS alias M sebagai tersangka.

Baca Juga :  Polisi Periksa Saksi Terlibat Pembongkaran Tembok Keraton Kartasura

Namun, setelah kasusnya berkembang, ternyata AS diduga menjadi korban perampokan.

Penetapan AS sebagai tersangka menuai polemik dan kritik karena tidak menganggap upaya korban sebagai bentuk pembelaan diri.

(mjo / fra)

[Gambas:Video CNN]