Polisi Buru Pak X Penyerang Ade Armando Masih buron

Jakarta, CNN Indonesia

Polisi masih memburu tersangka lain pemukulan dan mengalahkan kepada para aktivis media sosial selamat tinggal armando. Tiga tersangka yang saat ini buron adalah Abdul Latip, Ade Permana dan Pak X.

Mr X adalah seorang pria yang sebelumnya salah diidentifikasi sebagai Abdul Manaf.

“Ya nanti tim gali lagi, dia pakai topi. Kami nyatakan Abdul Manaf yang kami perlihatkan gambarnya tidak terlibat, kami sedang mencari orang lain yang terlibat,” kata Kabag Humas Polda Metro. Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan, Kamis (14/4). )

Polisi sebelumnya menangkap tiga tersangka pemukulan dan pemukulan terhadap Ade Armando.

Para tersangka atas nama Muhamad Bagja dan Komarudin sudah ditangkap di dua lokasi berbeda. Sementara itu, tersangka Dhia Ul Haq ditangkap di Pondok Pesantren Almadad Serpong pada Rabu (13/4) dini hari kemarin.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, terungkap motif pemukulan Bagja dan Komarudin terhadap Ade.

“Itu Komarudin memukulinya karena terprovokasi situasi di tempat kejadian,” kata Kabag Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan, Rabu (13/4).

“Sementara, Muhamad Bagja menyampaikan saat pemeriksaan bahwa dia kesal dengan apa yang korban (Ade) katakan di media sosial,” tambahnya.

Sedangkan motif Dhia belum terungkap. Zulpan mengatakan, proses penyidikan terhadap yang bersangkutan masih berlangsung.

Diketahui, berdasarkan identifikasi melalui pengenalan wajah, diduga ada enam orang yang terlihat dalam peristiwa pemukulan tersebut. Tiga nama lainnya adalah Abdul Manaf, Abdul Latip, dan Ade Purnama.

Zulpan mengungkapkan pihaknya telah menemukan keberadaan Abdul Manaf di kawasan Karawang. Namun, setelah diperiksa, dipastikan tidak terlibat dalam pemukulan terhadap Ade.

“Dan kami telah memeriksa alibi Abdul Manaf dan orang-orang di sekitarnya, pada tanggal dan waktu itu terjadi pemukulan di depan DPR MPR RI, Abdul Manaf berada di Karawang, jadi dia tidak melakukan kegiatan ini,” kata Zulpan. .

Baca Juga :  Volume Kendaraan Diprediksi Naik Hingga H+4 di Sumatera Utara

Zulpan juga mengakui bahwa hasil pengenalan wajah tidak mencapai akurasi 100 persen menurut Abdul Manaf.

“Karena orang yang kita duga memakai topi, sekali dibuka tingkat akurasinya tidak 100 persen. Jadi Abdul Manaf belum bisa dikatakan sebagai pelaku,” katanya.

(dis/isn)

[Gambas:Video CNN]