Rektor Musni Umar Melaporkan Kembali Dugaan Gelar Profesor Palsu

Jakarta, CNN Indonesia

Kepala sekolah Universitas Ibnu Chaldu (UIC) Musni Umar Jakarta dikunjungi Reserse Kriminal Polri melaporkan dugaan pencemaran nama baik oleh Direktur Program Pascasarjana Institut Kristen Tarutung berinisial YLH.

Laporan itu dibuat menyusul adanya dugaan pemalsuan gelar profesor yang diperolehnya.

“Kita harus melengkapi bukti-bukti dulu, baru kita akan kembali ke sini untuk melapor kembali,” kata kuasa hukum Musni, H Husein Marasebessy kepada wartawan, Rabu (30/3).

Husein mengatakan, polisi belum menerima laporan tersebut karena tidak ada bukti yang lengkap.

Salah satunya, kata dia, dokumen asli sebagai tanda penerimaan gelar kehormatan Musni sebagai guru besar. Penyidik, kata dia, meminta kliennya membawa dokumen asli saat membuat laporan.

“Tadinya kami bawa barang bukti yang dilegalisir, tapi karena kami minta yang asli,” jelasnya.

Sebagai informasi, rencana pelaporan itu dilakukan setelah Ibnu dilaporkan Direktur Pascasarjana Institut Kristen Tarutung Sumut berinisial YLH ke Polda Metro Jaya pada 24 Januari 2022.

Ia diperiksa polisi atas laporan tersebut, Senin (28/3). Musni juga membantah semua tudingan yang ditujukan kepadanya. Termasuk, soal gelar profesor yang disandangnya saat ini.

Namun, Musni mengaku jabatan guru besarnya tidak tercatat. Namun, Musni menegaskan, tidak direkam bukan berarti palsu.

(mjo/isn)

[Gambas:Video CNN]


Baca Juga :  Korban Daffa Tewas Akibat Tindak Pidana Jalanan di Yogyakarta Putra Anggota DPRD