Serangkaian terapi ‘cuci otak’ pasien hingga Vaksin Nusantara Terawan

Jakarta, CNN Indonesia

Nama Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kembali ke diskusi publik setelah direkomendasikan untuk berhenti dari keanggotaan ID beberapa waktu lalu.

Rekomendasi pemberhentian Terawan itu dikeluarkan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melalui kongres IDI ke-31 di Banda Aceh pekan lalu.

Namun, pemecatan Terawan bukan yang pertama. Pada 2018, juga beredar keputusan pemberhentian sementara karena Terawan dinilai melanggar kode etik kedokteran melalui metode ‘cuci otak’.

Proses rekomendasi pemecatan Terawan sudah ada sejak 2013. Jadi, IDI menganggapnya sebagai proses yang panjang dan matang.

Selain itu, MKEK IDI menambahkan poin rekomendasi pemecatan Terawan karena Terawan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas tentang Vaksin Nusantara sebelum penelitian vaksin selesai.

Metode cuci otak ini juga dikenal sebagai metode Intra-Arterial Heparin Flushing (IAHF) untuk tujuan terapi Digital Subtraction Angiography (DSA) yang dimodifikasi.

Namun, metode terapi cuci otak Terawan juga direkomendasikan untuk dihentikan oleh Satgas Penyelesaian Pelayanan Kesehatan. Mereka menyatakan bahwa metode IAHF merupakan terapi yang resmi dibentuk oleh Menteri Kesehatan periode 2014-2019, Nila Farid Moeloek.

Nama IAHF pertama kali diperkenalkan oleh Terawan melalui disertasinya di Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2016.

Satgas menilai prosedur terapi cuci otak Terawan belum jelas apakah sudah didukung dengan bukti ilmiah yang valid atau tidak, sehingga memicu kontroversi baik di masyarakat maupun di kalangan medis.

Padahal terapi cuci otak sudah dilakukan pada hingga 40 ribu pasien.

Penggunaan IAHF dalam pengobatan Terawan berupa terapi stroke iskemik kronis juga masih dipertanyakan keselarasannya dengan etika, hukum, dan praktik profesi kedokteran.

Berdasarkan dokumen yang diterima CNNIndonesia.com dari IDI, disebutkan segelintir orang menggunakan terapi Terawan.

Baca Juga :  Tindak Lanjut Ujl Materi UU Hak Cipta, DPR-Pemerintah Revisi UU PPP

Berikut beberapa pejabat publik yang tercatat sebagai pasien cuci otak Terawan.

– Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan

– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD

– Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

– Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie

– Politisi dan Model Ingrid Kansil

– Budayawan Jaya Suprana

Lanjut ke selanjutnya…


Aparatur Sipil Negara Terima Vaksin Terawan Nusantara

BACA HALAMAN BERIKUTNYA