Mayoritas warga ingin PPKM dihentikan, pandemi terkendali

Jakarta, CNN Indonesia

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menyatakan bahwa mayoritas responden merasa saat ini tidak perlu adanya pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akibat pandemi virus corona (Covid-19) terkendali.

Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi mengatakan mayoritas responden juga menilai pembatasan sosial tidak perlu dilakukan karena sudah banyak yang mendapat vaksin Covid-19.

“Jika melihat sikap masyarakat saat ini terhadap pembatasan sosial, sebagian besar mengatakan pandemi sudah terkendali dan beberapa orang sudah divaksinasi, sehingga mereka harus bisa hidup normal,” kata Burhanuddin, Minggu (3/4).

Dari hasil survei, sebanyak 67,9 persen responden menilai pembatasan sosial seperti PPKM tidak diperlukan lagi. Hanya 27 persen yang menganggap pandemi belum sepenuhnya usai sehingga pembatasan tetap perlu diterapkan.

Dari hasil survei terlihat bahwa semakin rendah tingkat pendapatan penduduk, semakin tinggi tuntutan mereka kepada pemerintah untuk menormalkan aktivitas sehari-hari seperti sebelum pandemi.

Diketahui, 71,7 persen masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp 2 juta dan 70,4 persen yang berpenghasilan di bawah Rp 4 juta menganggap pandemi sudah berakhir.

“Karena kalau misalnya PPKM terus, rem akan terus diinjak, masyarakat akan protes, terutama kalangan menengah ke bawah,” kata Burhanuddin.

Survei dilakukan pada 11-21 Februari 2022 dengan melibatkan 1.200 responden dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sejauh ini, pemerintah masih menerapkan PPKM untuk menekan angka penularan virus corona dan angka kematian. Namun, banyak pelonggaran yang diberikan karena kasus positif mengalami tren penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah juga mengizinkan warga untuk menunaikan shalat tarawih berjamaah tanpa jeda di bulan Ramadhan tahun ini.

Baca Juga :  162,7 Juta Orang Indonesia Terima 2 Dosis Vaksin Covid-19

(dmi/bmw)

[Gambas:Video CNN]