Volume Kendaraan Diprediksi Naik Hingga H+4 di Sumatera Utara

Jakarta, CNN Indonesia

Volume kendaraan di Sumatera Utara (Sumut) diprediksi meningkat pesat hingga empat hari ke depan. Terdapat 82 titik rawan macet, terutama terjadi di jalur-jalur menuju lokasi wisata.

“Kita prediksi hari ini sampai tiga atau empat hari ke depan itu banyak kendaraan terutama ke jalur wisata. Karena masih Lebaran jadi mobilitas masyarakat cukup tinggi,” kata Direktur Lalu lintas (Dirlantas) Polda Sumut, Kombes Pol Indra Darmawan Irianto kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/5).

Indra mengatakan penambahan personel dilakukan di titik rawan kemacetan. Selain itu, ia mengimbau masyarakat yang ingin bepergian agar melihat situasi jalan.

“Untuk masyarakat yang mudik, pastikan kendaraan siap pakai dan bisa melihat situasi di jalan. Gunakan jalan yang mungkin bisa dilalui tidak hanya jalan utama, ada jalan alternatif, jalan tol, jalan arteri. Jadi tidak hanya jalan utama agar tidak terjadi kemacetan,” pungkasnya.

Kemacetan telah terjadi di sejumlah titik di Sumut. Misalnya saja, kemacetan lebih dari 10 km yang sempat kejadian di Labuhanbatu pada Minggu (1/5). Peningkatan volume kendaraan bahkan mencapai 200 persen, namun saat ini sudah bisa diurai.

“Labuhanbatu arus sangat tinggi. Sangat signifikan. Peningkatan dari 100 persen sampai 200 persen kendaraan dari Riau menuju Medan. Tapi sekarang sudah landai,” ucap Indra.

Kemacetan juga terjadi di Jalan Lintas Sumatera (jalinsum) tepatnya di Stabat, Langkat pada hari kedua Lebaran, Selasa (3/5).

Penumpukan kendaraan terjadi hingga menuju Jembatan Sei Wampu, Stabat sebab kendaraan yang datang dari arah Medan menuju Aceh maupun sebaliknya berusaha saling mendahului.

Selanjutnya penumpukan kendaraan terjadi di Jalan Tol Medan – Tebingtinggi pada Selasa (3/5). Peningkatan arus volume kendaraan terjadi sejak pagi hingga siang hari.

Baca Juga :  Jadwal Buka Puasa Hari Ini Jumat 15 April 2022

Penumpukan kendaraan diurai dengan cara dibagi ke setiap pintu keluar tol mulai dari Perbaungan, Teluk Mengkudu, dan Sei Rampah. 

(fnr/fea)

[Gambas:Video CNN]